Rabu, 10 Februari 2010

Diari-Q "Seri : Haru Biru Payung Ungu"

28 Januari 2010 jam 4:23

Payung saya ketinggalan di lab saat zaman-zamannya presentasi proyek anatomi fisiologi hewan. Hiks.. Padahal saya suka payung itu.
Jadilah sejak saat itu tidak punya payung. Kalau pulang hujan, kehujanan. kalau panas, kepanasan. kalau lapar, kelaparan. 

*******************************************************
Suatu hari saat pulang ke rumah (ke Sukabumi), Mamah nanya :
Mamah : "Teh, gaduh payung teu?" (Teh, punya payung nggak?)
Saya : "Gaduh kapungkur mah, pek teh ical, kakantun di lab" (punya dulu mah, lalu hilang, ketinggalan di lab)
Mamah : "Naha atuh diical??" (Kenapa atuh dijual??)

*Hoo, apakah Anda yang tidak bisa Basa Sunda jadi bingung?
ical = hilang
diical = dijual

Mamah : "Mamah gaduh payung, saeeeee teh. Hoyong alim? (Mamah punya payung, baguuuuuus teh. Mau nggak?)
Saya : "Mana, ningali heula payungna" (mana, lihat dulu payungnya)
Mamah : Antosan nya, dicandak heula. Meserna ti Kampung Cina. Lucu geura (Tunggu ya, dibawa dulu. Belinya dari Kampung Cina. Cantik deh)

*Lucu dalam Basa Sunda artinya bagus.
Misal : Kembang ros nu dipelak di buruan teh lucu pisan katembongna (Bunga mawar yang ditanam di pekarangan bagus sekali kelihatannya)

Saya : (Hm.. dari Kampung Cina? Apakah..?)

******************************************************
Hari ini di Bandung hujan. Seorang akhwat tampak memakai payung ungu seungu-ungunya, dengan renda emas di pinggirannya.

******************************************************
"Punten, ada yang bawa payung? Saya mau pinjam", tanya seorang akhwat pada kami. 
"Ada, saya bawa. Boleh kalau mau pinjam", kata teman saya.
"Yang mana, ya?" Tanya akhwat tadi sambil melihat-lihat ke arah jajaran payung.
"Yang biru muda kotak-kotak, sebelah sana," ujar teman saya sambil mengarahkan telunjuknya ke payung yang dimaksud.
Sang akhwat tampaknya masih kebingungan..
"Punyaku aja, yang warna ungu."
"Oh, yang pinggirannya emas?"
"I-iyya."
"Iya deh, terima kasih. Saya pinjam payungnya ya."
"Silakan."


Canggih!! Payung ungu seungu-ungunya, dengan renda emas pada pinggirannya memang benar-benar eyecatching! Itulah kelebihan payung saya (haha), paling terang benderang di antara payung lain. Benar-benar mempermudah identifikasi walau dari jarak sekitar 10 meter.


....
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah : 216).


*Terima kasih, Mamah. Payungnya benar-benar cantik ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar